Imam Basri bin Imam Ubaidillah Ra

Imam Basri bin Imam Ubaidillah Ra -Amalan Wali, Setiap diri pribadi yang terperi pasti akan merindukan sebuah perjuampaan dengan sang Kekasihnya. Dengan menemukan diri untuk menjadikan diri yang sejati dan penghambaan dengan Sang kholik, dibutuhkan sebuah Imam Basri bin Imam Ubaidillah Ra untuk menggapainya. Murnikan diri biar terlarut dalam lautan cinta-Nya.

Amalan Wali jangan pernah berkata tidak mungkin. karena sesuatuny adalah mungkin bagi-Nya dan jangan pernah menduakanya.Karena sejatinya kecintaan yang sesungguhny ada pada proses penghambaan kita.Mari temukan diri yang sebenarnya dan bermetamorfosislah menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah.

Info judul yang aktif : Imam Basri bin Imam Ubaidillah Ra

Artikel yang terkait


Imam Basri bin Imam Ubaidillah Ra

Nasab Imam Basri bin Ubaidillah Ra

Imam Basri bin Sayyidina Al-Imam Ubaidillah Shohibul Aradh bin Sayyidina Al-Imam Muhajir Ahmad bin Sayyidina Al-Imam Isa Ar-Rumi bin Sayyidina Al- Imam Muhammad An-Naqib bin Sayyidina Al-Imam Ali Al-Uraydhi bin Sayyidina Al-Imam Ja’far As-Shodiq bin Sayyidina Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Sayyidina Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Al-Imam As-Syahid Syababul Jannah Sayyidina Al-Husein. Rodiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Beliau adalah saudara kandung Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa al-Muhajir Isa bin Muhammad bin Ali al-Uraidhi Ja'far ash-Shodiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib. Beliau dilahirkan di Basrah, dididik oleh ayahnya, seorang yang haus akan ilmu, mahir dalam ilmu bahasa Arab dan ilmu hadits, seorang faqih, zuhud, wara', berakhlaq mulia.
Syaikh Salim bin Basri seorang waliyullah yang keramatnya khawariq dan seorang ulama yang khawas adalah keturunan Imam Basri bin Ubaidillah. Suatu ketika seorang Sultan mengumpulkan para ulama dan berkata: Pilihlah untukku seorang yang paling baik. Maka dipilihlah beberapa orang dari ahli Tarim. Sultan berkata lagi: Pilihlah dari mereka yang terbaik. Maka dicarilah dari mereka yang terbaik. Sultan berkata lagi: Berikan kepadaku orang yang mulia. Maka diberikanlah kepada sultan orang yang paling mulia. Kemudian Sultan berkata: Pilihlah dan berikan kepadaku satu diantara mereka yang paling mulia. Maka para ulama memilih Syaikh Salim bin Basri.
Berkata Syaikh Muhammad Syilih: 'Imam Salim bin Basri semasa hidupnya belajar kepada Syaikh Salim bin Fadhol Bafadhol dan dia bepergian ke Yaman dan Hijaz untuk menuntut ilmu kepada ulama kedua negeri tersebut'.
Di antara murid beliau adalah al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawi, Ibnu Abi al-Hub, Syaikh Ali Bamarwan, al-Qadhi Ahmad Ba'isa, Syaikh Ali bin Muhammad Khotib. Syaikh Salim bin Basri wafat tahun 604 hijriyah, bersamaan dengan wafatnya Imam Ali bin Yahya bin Maimun al-Hadrami.


Sekian ulasan Imam Basri bin Imam Ubaidillah Ra - dari Amalan Wali kali ini.

Mari blajar bersama untuk menjadi yang lebih baik lagi. Dan jadikan diri ini sebagai diri yang penuh manfaat bagi orang lain. Jangan biarkan syetan dan godaan dunia ini menggelincirkan kita kelak nanati. Dan melalu media Imam Basri bin Imam Ubaidillah Ra semoga kita dapat menggambil hikmah dan nilai manfaatnya.Dan ikutilah selalu portal Amalan Wali, jangan lupa untuk komentar dibawahya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Imam Basri bin Imam Ubaidillah Ra"

Posting Komentar