Wasiat Nasehat ( Bid'ah )

Wasiat Nasehat ( Bid'ah ) -Amalan Wali, Setiap diri pribadi yang terperi pasti akan merindukan sebuah perjuampaan dengan sang Kekasihnya. Dengan menemukan diri untuk menjadikan diri yang sejati dan penghambaan dengan Sang kholik, dibutuhkan sebuah Wasiat Nasehat ( Bid'ah ) untuk menggapainya. Murnikan diri biar terlarut dalam lautan cinta-Nya.

Amalan Wali jangan pernah berkata tidak mungkin. karena sesuatuny adalah mungkin bagi-Nya dan jangan pernah menduakanya.Karena sejatinya kecintaan yang sesungguhny ada pada proses penghambaan kita.Mari temukan diri yang sebenarnya dan bermetamorfosislah menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah.

Info judul yang aktif : Wasiat Nasehat ( Bid'ah )

Artikel yang terkait


Wasiat Nasehat ( Bid'ah )

“Bid’ah itu terbagi menjadi dua macam : segala sesuatu yang baru dan tidak sejalan dengan kitab, sunnah, atsar, ijma’ itu merupakan bid’ah dhalalah ( bid’ah yang sesat ). Sementara jika sesuatu yang baru itu tidak berseberangan dengan Al-Qur’an, hadits, atsar dan ijma’, maka sesuatu yang baru itu disebut bid’ah hasanah ( bid’ah yang baik ).”
( Imam Syafi’i )

“Ikutilah Sunnah rasul dengan penuh keimanan, jangan mengerjakan bid’ah, patuhlah selalu kepada Allah swt dan Rasulnya, janganlah melanggar. Junjung tinggi tauhid, jangan menyukutukan Allah swt, selalu sucikan Allah swt, dan jangan berburuk sangka kepadanya. Pertahankanlah kebenarannya, jangan ragu sedikitpun. Bersabarlah selalu, jangan menunjukkan ketidak sabaran. Beristiqomahlah dengan berharap kepadanya; bekerja samalah dalam ketaatan, jangan berpecah belah. Saling mencintailah, dan jangan saling mendendam.”
( Sayyidina Syekh Abdul Qadir al-Jailany )

“Sesungguhnya terlalu memfasih-fasihkan bacaan adalah bid’ah. Andaikata salaf membaca Al-Qur’an seperti mereka yang suka memfasih-fasihkan bacaannya, tentu mereka tidak dapat menghatamkan Al-Qur’an dalam semalam.”
“Imam Ghazali juga pernah berkata bahwa hudhur dan khusyu’ dalam membaca Al-Qur’an tidak mungkin dapat dirasakan oleh orang yang membaca Al-Qur’an dengan terlalu memfasihkan huruf dan memberi tekanan berlebihan pada tasyhid-tasyhidnya. Andaikata kalian curahkan seluruh konsentrasi kalian untuk merenungkan makna rahmat, pujian, rububiyyah, kekuasaan Allah SWT ( al-Malik) penghambaan, permohonan, permohonan hidayah, shirotol mustaqim yang ada dalam Fatihah, maka itu lebih baik.”
( Imam Qutb Habib Ahmad bin Hasan Al-Aththas )

“Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Atthas dahulu melarang seseorang bergaul dengan Ahli bid’ah, orang-orang yang aqidahnya menyimpang dan orang-orang yang merendahkan kaum sholihin, Para Wali dan Ulama. Jika melewati tempat yang ada orang-orang yang memiliki salah satu sifat di atas, beliau menutupi kepalanya dan berjalan dengan cepat.”
( Imam Qutb Habib Ahmad bin Hasan Al-Aththas )


Sekian ulasan Wasiat Nasehat ( Bid'ah ) - dari Amalan Wali kali ini.

Mari blajar bersama untuk menjadi yang lebih baik lagi. Dan jadikan diri ini sebagai diri yang penuh manfaat bagi orang lain. Jangan biarkan syetan dan godaan dunia ini menggelincirkan kita kelak nanati. Dan melalu media Wasiat Nasehat ( Bid'ah ) semoga kita dapat menggambil hikmah dan nilai manfaatnya.Dan ikutilah selalu portal Amalan Wali, jangan lupa untuk komentar dibawahya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wasiat Nasehat ( Bid'ah )"

Posting Komentar